Blog

5 Cara menerima kritikan pedas

Written by ridho · 1 min read >

Hallo teman – teman, kali ini gua mau share nih pengalaman gua selama menajadi designer. Bekerja menjadi seorang seniman nga jauh dari sebuah kritikan.

Padahal kalau kita liat sebuah kritikan itu nga terlalu kejam – kejam banget Justu dari situ kita bisa mengambil sebuah pelajaran, contohnya. Mungkin selama ini kita merasa kritikan itu terhadap diri kita. Padahal bukan.

Dari kritikan kita belajar bahwa jangan terlalu mengambil hati dengan komentar orang lain. Apalagi ketika kita mempublikasikan karya kita ke soscial media. Kita harus siap untuk reaksi -reaksi baik, buruk, dan yang paling parah sekali pun.

Pokoknya semakin banyak orang menemukan karya dari temen – temen, semakin banyak kritikan yang temen – temen dapet.

Nah terus gimana cara nerima pukulan tsb:

Image

1. Santai dan bernafaslah

Masalah bagi beberapa orang imajinatif adalah kemampuanya membayangkan kemungkinan terburuk. Memang rasa takut sering kali hanya ada dipikiran kita. Kritik kejam bukan akhir kehidupan. Sepengalaman gua, belum ada yang mati sih karna ini.

Coba temen – temen tarik nafas dalam – dalam dan coba terima apa saja yang muncul kemudian. Ini biasanya manjur sih.

2. Tegakkan kepala

Salah satu agar mampu menerima pukulan adalah dengan sering berlarih kena tonjokkan. Sebarkan aja banyak karya ke social media, biar kan orang berkomentar. Kemudian lanjut berkarya lagi lebih banyak.

Semakin sering di kritik, semakin temen – temen bisa menghadapi dengan tenang.

3. Mengelaklah

Setiap kritik adalah sebuah peluang karya yang baru. Kita tidak bisa menghindar jenis kritik yang kita terima, tapi kita bisa kontrol rekasi kita sendiri.

Terkadang ya ketika orang lain membenci suatu karya kita, kita dengan sengaja aja gitu sodorin karya kita lagi kaya ada rasa bangga gitu. Kebencian sejumlah orang pada karya kita menjadi sebuah semacam lencana kehormatan.

4. Lindungi bagaian lemahmu
Jika temen – temen yang terlalu sensitif atau terlalu berarti bagimu untuk dihadapkan pada kritik, sembunyikan. Tapi inget sebuah kata dari penulis Colin Marshall “Memaksakan diri untuk menyembunyikan rasa malu termasuk bagian dari bunuh diri”.

Coba temen – temen bayangkan, Jika kita takut seumur hidup demi menghindari resiko, karya kita tidak akan dikenal banyak orang.

5. Jaga Keseimbangan
Ingatlah bahwa karya yang kita buat hanya sesuatu yang kita kerjakan, bukan sebuah identitas. Ingin mungkin sulit diterima bagi temen – temen designer. Sebab karya bersifat amat personal. Tetaplah dekat dengan dengan keluarga, teman dan orang – orang yang menyayangimu karena dirimu, bukan hanya karyamu saja.

Semoga bermanfaat 🙂

Notes #1 improve my personal growth

ridho in Blog
  ·   52 sec read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *